| BPSDM (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Kabupaten Sukohajo Jawa Tengah adalah sebuah organisasi non-pemerintah, non-profit, independent, bersifat sosial dan non partisan yang bertujuan utama memperjuangkan serta memperkuat kepentingan masyarakat sipil/madani menuju sebuah cita-cita perubahan sosial (sosial transformation) yang demokratis, berkeadilan dan berkedaulatan rakyat. Didirikan di Sukoharjo pada Tanggal 23 April 1999. Untuk mencapai tujuan tersebut BPSDM memilih melakukan penguatan-penguatan organisasi rakyat ditingkat akarrumput (grass root), disektor Miskin Kota, Petani, Perempuan, Anak dan Buruh. Upaya dan cara ini diyakini oleh BPSDM untuk dapat mempercepat tingkat kesadaran masyarakat yang rentan. Penguatan tersebut ditekankan pada suatu pendampingan dan pengorganisasian langsung kepada masyarakat basis, sehingga potensi organisasi basis bisa semakin berkembang. BPSDM mempercayai bahwa besarnya perubahan dalam masyarakat tidak akan bisa dilangsungkan dengan pendidikan rekayasa pada tingkat suprastruktur. BPSDM lebih beranggapan bahwa proses perubahan harus dilakukan oleh masyarakat itu sendiri lewat organisasi–organisasinyavvMaka mereka sendirilah yang harus menyadari bahwa dirinya adalah korban dari permainan yang ada, artinya merekalah yang harus menjadi aktor dan pelaku gerakan pemerdekaan (pembebasan diri). Karena hanya dengan gerakan-gerakan pemerdekaan diri yang akan sungguh-sungguh berhasil memperkembangkan manusia, juga gerakan tersebut benar-benar keluar dari hati mereka dan merupakan ungkapan diri. Karena seringkali mereka yang dilemahkan dibuat tidak menyadari bahwa mereka tertindas. Oleh karena itu, penguatan yang mencakup pendidikan, penyadaran, pengoranisasian serta pendampingan diharapkan sungguh-sungguh membuka hati mereka, sehingga mereka sadar, bahwa mereka sangat tertindas. Melalui penguatan tersebut, mereka (masyarakat basis) diharapkan memperoleh pandangan baru tentang hierarchi nilai-nilai, sehingga akan terjadi perubahan sikap dan timbullah pada mereka kesadaran kritis (transfomatif) mereka. Dalam mendampingi masyarakat marginal, BPSDM selalu menekankan partisipasi organisasi masyarakat dalam membangun struktur sosial yang ada dilingkungannya.Maka mereka sendirilah yang harus menyadari bahwa dirinya adalah korban dari permainan yang ada, artinya merekalah yang harus menjadi aktor dan pelaku gerakan pemerdekaan (pembebasan diri). Karena hanya dengan gerakan-gerakan pemerdekaan diri yang akan sungguh-sungguh berhasil memperkembangkan manusia, juga gerakan tersebut benar-benar keluar dari hati mereka dan merupakan ungkapan diri. Karena seringkali mereka yang dilemahkan dibuat tidak menyadari bahwa mereka tertindas. Oleh karena itu, penguatan yang mencakup pendidikan, penyadaran, pengoranisasian serta pendampingan diharapkan sungguh-sungguh membuka hati mereka, sehingga mereka sadar, bahwa mereka sangat tertindas. Melalui penguatan tersebut, mereka (masyarakat basis) diharapkan memperoleh pandangan baru tentang hierarchi nilai-nilai, sehingga akan terjadi perubahan sikap dan timbullah pada mereka kesadaran kritis (transfomatif) mereka. Dalam mendampingi masyarakat marginal, BPSDM selalu menekankan partisipasi organisasi masyarakat dalam membangun struktur sosial yang ada dilingkungannya. |